Perjalanan ke KL membutuhkan
waktu 4 jam, karena jalannya yang lancar (karena malam :p) kami tiba diluar
terminal Puduraya sekitar jam 5 pagi tapi sebelum kami turun ada insiden yang
membuatku kesal sekaligus deg-degan. Ceritanya kami tidak tahu dimana letak terminal
Puduraya karena ini adalah kali pertama kami kesana, ketika asik tidur kami mendengar suara gaduh
yaitu suara sopir yang marah-marah sambil mengatakan sesuatu tapi aku tidak
jelas mendengarnya. Karena bus itu berhenti disuatu tempat yang sepi jadi aku
kira tidak ada hubungannya dengan kami. Pas supir tersebut melewatiku dia mengatakan
“Siapa yang turun di Puduraya, cepat turun” sambil nendang-nendang kursi. Nah
loh aku panik mendengarnya, dan spontan bilang “kami pak” seraya membangunkan
ita yang tertidur lelap. “ Ta, kita dah sampai cepat turun supirnya marah tuh”
saking paniknya aku dan ita turun dan si supir masih marah-marah karena dia
sudah bolak-balik nanya tapi tidak ada yang ngaku. “Kita kan gak tau pak”
seraya turun dari bus, serius aku kesal sekali karena janji mb yang diloket waktu
kami membeli tiket, kami akan diturunkan di dalam terminal, lah ini kami
diturunkan dipinggir taman yang bau pesing dan kami tidak tahu berada dimana L.
Untung ada supir taksi yang
menghampiri untuk menawarkan jasa, langsung saja saya tanya ke beliau (bukannya
naik taksi yaaa :p). Tanpa ragu beliau menunjukkan sebuah gedung besar dan
mengatakan bahwa itu adalah terminal Puduraya. Ragu-ragu kami menuju kesana
tapi sebelumnya kami ucapkan terima kasih ke bapak supir taksi tersebut.
Terminal Puduraya ini merupakan salah satu terminal besar selain KL Sentral,
berbeda dengan Terminal Larkin tempat ini dalamnya lebih mirip bandara bukan
seperti terminal dan terminal ini baru dibuka pada pukul 06.00 waktu setempat,
pantas kami terheran-heran kok banyak banget yang nunggu di depan gedung
tersebut. Oya, terminal Puduraya untuk keberangkatan menuju daerah utara
malaysia seperti Kelantan, Penang, Thailand dll ada Terminal Bersepadu Selatan
(TBS) yang merupakan terminal untuk menuju daerah Malaysia bagian selatan seperti
Johor, Malaka, ataupun Singapore.
Tepat pukul 06.00 pintu terminal
dibuka dan kami langsung masuk kedalam, tujuan awal kami adalah mencari masjid.
Setelah ketemu aku langsung menuju tempat penitipan barang dan menanyakan
kepada penjaganya apakah kami bisa mandi disini. Dengan nada yang sedikit
berbisik beliau bilang bahwa kami bisa menggunakan toilet wanita bagian ujung.
Langsung kita mandi dan sholat subuh, Oya di Malaysia dan Singapore waktunya
lebih awal satu jam dari Indonesia.
Setelah selesai kami mengambil barang dan penjaga itu membisikkan aku 3
RM, jadi maksudnya beliau meminta 3 RM untuk biaya mandi...hahahaha. Karena
merasa segar dengan senang aku memberikan beliau 5 RM, itung-itung
membahagiakan saudara semuslim.
Kami lanjut mencari tempat
penitipan bagasi dengan biaya 7 RM untuk 2 tas. Setelah beres kami langsung
menuju loket Rapid KL , untuk membeli tiket atau kalau disini disebut token
yang bentuknya bulat seperti uang logam tapi berbahan plastik. Cara membeli
token tersebut melalui mesin, tinggal tekan destinasi yang akan kita tuju dan
kemudian memasukkan uangnya token pun keluar. Mesin juga akan mengeluarkan
kembalian, nah tujuan kita yang pertama di KL adalah Batu Caves dengan biaya 1
RM.
 |
| Di dalam Rapid KL yang bersih & sepi |
 |
| Menunggu Rapid KL menuju Batu Caves |
 |
| Hanoman Statue in Batu Caves |
 |
| Kuil Di Bawah Bukit |
 |
| Dark Cave not Free |
 |
| Tangga Menuju Cave |
 |
| Patung Dewa |
 |
| Di Dalam Cave, Ada Yang Jualan Juga ^-^ |
Batu Caves adalah sebuat bukit
yang memiliki gua yang didalamnya terdapat kuil umat hindu, untuk sampai ke gua
tersebut kita harus menaiki anak tangga yang jumlahnya tak sedikit (cukup
melelahkan juga yaa ^-^ ). Selain di dalam gua, dibawah bukit juga terdapat
kuil besar tempat beribadah ummat hindu. Selain itu, di Batu Caves kita akan
menemukan 2 patung besar yaitu patung Hanoman berwarna hijau dan patung dewa
berwarna kuning. Setelah foto-foto dan capek karena menaiki anak tangga. Kami
langsung turun dan kembali lagi dengan menggunakan Rapid KL dengan biaya 2 RM
(kok beda yaaa, padahal jaraknya sama...sungguh aneh -_-‘).
Tujuan kami selanjutnya adalah ke
Petronas atau mungkin lebih dikenal dengan Twin Tower yang merupakan icon dari
negara Malaysia. Karena waktu sudah menunjukkan waktu makan siang, sampai di
Petronas kami langsung cari makan. Setelah makan dan lihat-lihat karena
didalamnya terdapat mall, lalu kami menuju pintu depan untuk foto-foto dengan icon
negara malaysia ini. Kalau ada waktu sebaiknya teman-teman juga mengunjunginya
pada malam hari juga karena petronas akan nampak lebih bagus pada malam hari.
 |
| Hari Raya India |
 |
| Menu Lunch |
 |
| Background Twin Tower |
 |
| In Front Of Mall Suria KLCC |
 |
| Fountain In Front Of Mall |
Puas foto-foto kami langsung
balik ke terminal Puduraya untuk mengambil tas dan langsung berjalan kaki kearah
china town tempat dimana hostel yang sudah kami booking berada. Hostel kami ini
bernama The Longhouse, setelah masuk kami langsung sholat dan istirahat karena
sorenya kami akan melanjutkan perjalan menuju Dataran Merdeka. Waktu yang
ditunggu telah tiba, setelah rapi kami menuju lobi hotel. Tapi sayang ternyata
hujan mengguyur Kuala Lumpur pada sore hari, hujan yang deras membuat kami
enggan untuk pergi, akhirnya kami balik ke kamar dan melanjutkan istirahat.
Pukul 7 malam hujan perlahan-lahan berhenti, akhirnya kami memutuskan untuk
mengunjungi China Town yang jaraknya tidak jauh dari hostel kami.
 |
| Petaling Street |
 |
| China Town |
Sayangnya karena habis hujan
jalan akan sedikit tergenang dan becek membuat kami tidak nyaman untuk
berbelanja. Setelah berfoto sebentar dan belanja sedikit oleh-oleh akhirnya
kami memutuskan untuk kembali ke hostel. Sampai hostel langsung sholat jamak isya
dan maghrib, sisanya kami hanya dikamar sambil wifi-an dan packing-packing
untuk next besok kami akan menuju Mallaca.
Thin9
Tidak ada komentar:
Posting Komentar