Kamis, November 27, 2014

BACKPACKER SINGAPORE - MALAYSIA DAY 4

Perjalanan ke KL membutuhkan waktu 4 jam, karena jalannya yang lancar (karena malam :p) kami tiba diluar terminal Puduraya sekitar jam 5 pagi tapi sebelum kami turun ada insiden yang membuatku kesal sekaligus deg-degan. Ceritanya kami tidak tahu dimana letak terminal Puduraya karena ini adalah kali pertama kami kesana,  ketika asik tidur kami mendengar suara gaduh yaitu suara sopir yang marah-marah sambil mengatakan sesuatu tapi aku tidak jelas mendengarnya. Karena bus itu berhenti disuatu tempat yang sepi jadi aku kira tidak ada hubungannya dengan kami. Pas supir tersebut melewatiku dia mengatakan “Siapa yang turun di Puduraya, cepat turun” sambil nendang-nendang kursi. Nah loh aku panik mendengarnya, dan spontan bilang “kami pak” seraya membangunkan ita yang tertidur lelap. “ Ta, kita dah sampai cepat turun supirnya marah tuh” saking paniknya aku dan ita turun dan si supir masih marah-marah karena dia sudah bolak-balik nanya tapi tidak ada yang ngaku. “Kita kan gak tau pak” seraya turun dari bus, serius aku kesal sekali karena janji mb yang diloket waktu kami membeli tiket, kami akan diturunkan di dalam terminal, lah ini kami diturunkan dipinggir taman yang bau pesing dan kami tidak tahu berada dimana L.


Untung ada supir taksi yang menghampiri untuk menawarkan jasa, langsung saja saya tanya ke beliau (bukannya naik taksi yaaa :p). Tanpa ragu beliau menunjukkan sebuah gedung besar dan mengatakan bahwa itu adalah terminal Puduraya. Ragu-ragu kami menuju kesana tapi sebelumnya kami ucapkan terima kasih ke bapak supir taksi tersebut. Terminal Puduraya ini merupakan salah satu terminal besar selain KL Sentral, berbeda dengan Terminal Larkin tempat ini dalamnya lebih mirip bandara bukan seperti terminal dan terminal ini baru dibuka pada pukul 06.00 waktu setempat, pantas kami terheran-heran kok banyak banget yang nunggu di depan gedung tersebut. Oya, terminal Puduraya untuk keberangkatan menuju daerah utara malaysia seperti Kelantan, Penang, Thailand dll ada Terminal Bersepadu Selatan (TBS) yang merupakan terminal untuk menuju daerah Malaysia bagian selatan seperti Johor, Malaka, ataupun Singapore.


Tepat pukul 06.00 pintu terminal dibuka dan kami langsung masuk kedalam, tujuan awal kami adalah mencari masjid. Setelah ketemu aku langsung menuju tempat penitipan barang dan menanyakan kepada penjaganya apakah kami bisa mandi disini. Dengan nada yang sedikit berbisik beliau bilang bahwa kami bisa menggunakan toilet wanita bagian ujung. Langsung kita mandi dan sholat subuh, Oya di Malaysia dan Singapore waktunya lebih awal satu jam dari Indonesia.  Setelah selesai kami mengambil barang dan penjaga itu membisikkan aku 3 RM, jadi maksudnya beliau meminta 3 RM untuk biaya mandi...hahahaha. Karena merasa segar dengan senang aku memberikan beliau 5 RM, itung-itung membahagiakan saudara semuslim.


Kami lanjut mencari tempat penitipan bagasi dengan biaya 7 RM untuk 2 tas. Setelah beres kami langsung menuju loket Rapid KL , untuk membeli tiket atau kalau disini disebut token yang bentuknya bulat seperti uang logam tapi berbahan plastik. Cara membeli token tersebut melalui mesin, tinggal tekan destinasi yang akan kita tuju dan kemudian memasukkan uangnya token pun keluar. Mesin juga akan mengeluarkan kembalian, nah tujuan kita yang pertama di KL adalah Batu Caves dengan biaya 1 RM.

Di dalam Rapid KL yang bersih & sepi
Menunggu Rapid KL menuju Batu Caves

Hanoman Statue in Batu Caves

















Kuil Di Bawah Bukit





Dark Cave not Free

Tangga Menuju Cave

Patung Dewa 
Di Dalam Cave, Ada Yang Jualan Juga ^-^















Batu Caves adalah sebuat bukit yang memiliki gua yang didalamnya terdapat kuil umat hindu, untuk sampai ke gua tersebut kita harus menaiki anak tangga yang jumlahnya tak sedikit (cukup melelahkan juga yaa ^-^ ). Selain di dalam gua, dibawah bukit juga terdapat kuil besar tempat beribadah ummat hindu. Selain itu, di Batu Caves kita akan menemukan 2 patung besar yaitu patung Hanoman berwarna hijau dan patung dewa berwarna kuning. Setelah foto-foto dan capek karena menaiki anak tangga. Kami langsung turun dan kembali lagi dengan menggunakan Rapid KL dengan biaya 2 RM (kok beda yaaa, padahal jaraknya sama...sungguh aneh -_-‘).


Tujuan kami selanjutnya adalah ke Petronas atau mungkin lebih dikenal dengan Twin Tower yang merupakan icon dari negara Malaysia. Karena waktu sudah menunjukkan waktu makan siang, sampai di Petronas kami langsung cari makan. Setelah makan dan lihat-lihat karena didalamnya terdapat mall, lalu kami menuju pintu depan untuk foto-foto dengan icon negara malaysia ini. Kalau ada waktu sebaiknya teman-teman juga mengunjunginya pada malam hari juga karena petronas akan nampak lebih bagus pada malam hari.

Hari Raya India
Menu Lunch


Background Twin Tower
In Front Of Mall Suria KLCC


Fountain In Front Of Mall

Puas foto-foto kami langsung balik ke terminal Puduraya untuk mengambil tas dan langsung berjalan kaki kearah china town tempat dimana hostel yang sudah kami booking berada. Hostel kami ini bernama The Longhouse, setelah masuk kami langsung sholat dan istirahat karena sorenya kami akan melanjutkan perjalan menuju Dataran Merdeka. Waktu yang ditunggu telah tiba, setelah rapi kami menuju lobi hotel. Tapi sayang ternyata hujan mengguyur Kuala Lumpur pada sore hari, hujan yang deras membuat kami enggan untuk pergi, akhirnya kami balik ke kamar dan melanjutkan istirahat. Pukul 7 malam hujan perlahan-lahan berhenti, akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi China Town yang jaraknya tidak jauh dari hostel kami.

Petaling Street 
China Town


























Sayangnya karena habis hujan jalan akan sedikit tergenang dan becek membuat kami tidak nyaman untuk berbelanja. Setelah berfoto sebentar dan belanja sedikit oleh-oleh akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke hostel. Sampai hostel langsung sholat jamak isya dan maghrib, sisanya kami hanya dikamar sambil wifi-an dan packing-packing untuk next besok kami akan menuju Mallaca.


Thin9





Tidak ada komentar: