Senin, November 10, 2014

BACKPACKER SINGAPORE - MALAYSIA DAY 3

Hari ke-3, Setelah bangun tidur dan shalat subuh kami siap-siap packing karena kita akan bertolak ke Malaysia via jalur darat. Setelah mandi dan packing selesai kita langsung keluar kamar hostel karena kita masih mau lanjut jalan-jalan lagi, tapi karena kami lupa memberitahu resepsionis bahwa kami akan check out lebih awal malam sebelumnya jadinya kita menunggu sampai resepsionisnya datang. Ya udah deh sambil menunggu kami menikmati breakfast dan wifi gratis, kenapa kami menunggu karena sebelumnya pas kami check in kami harus deposit 10 SGD untuk kunci dan akan dikembalikan setelah check out, lumayan jeng.... J


Setelah resepsionisnya datang, kami check out dan titip tas (free ya titip tasnya). Tujuan kami hari ini adalah ke Orchard dan USS, sebelumnya kami sudah menanyakan dimana letak halte bus karena kami ingin mencoba transportasi lain selain menggunakan MRT. Ternyata tidak jauh dari hostel berada justru lebih dekat halte bus dibandingkan stasiun MRT, tepatnya di jalan Lavender Street. Setelah sampai, kami langsung melihat peta pemberhentian bus tujuan  kita adalah VivoCity yang merupakan pintu masuk menuju USS. Ada dua Entrance untuk memasuki USS yang pertama melalui VivoCity yang merupakan salah satu Mall terbesar di Singapore dan melalui pintu masuk utama, nah untuk masuk pintu utama ini ada dua jalur yaitu dengan menggunakan bus/mobil pribadi dan berjalan kaki. Kemarin kami menuju USS melalui VivoCity pintu masuknya berada di lantai 3 dengan membayar 4 SGD bisa bayar menggunakan EZ link, lalu kami naik SkyTrain.


Sampailah kami ke sebuah tempat yang terkenal seantero dunia dengan iconnya bola dunia dengan tulisan UNIVERSAL. Sebenarnya kami ingin menuju Sentosa Island berhubung malas bertanya akhirnya kita gak ketemu deh dengan Suaminya Merlion...hehehe. Kok suaminya Merlion sih, jadi selain di Merlion Park, patung icon negara Singapura ini juga berada di Sentosa Island, setelah kedua kalinya pergi akhirnya saya tahu  dimana letak patung Merlion di Sentosa. Jadi posisinya kalau dari arah USS lurus saja ke arah naik skytrain nah sebelum sampai disebelah pintu masuk ke Skytrain ada eskalator dan tangga ke arah atas ikuti saja biasanya banyak yang lanjut kesana, nah puas foto-foto kamipun melanjutkan perjalanan menuju Orchard. Dari Vivocity (Stasiun Harbour Front) kita lanjut ke Orchard dengan menggunakan MRT line ungu menuju Punggol lalu kita transit di Dhoby Ghaut untuk pindah ke line merah menuju Jurong East berhenti di Orchard. 


Orchard Road merupakan salah satu landmark negeri Singa yang identik dengan wisata belanja untuk barang-barang branded. Karena hari sudah siang kami memutuskan untuk makan dulu, kami menuju salah satu stand makanan di Lucky Plaza yang menurut informasi yang saya dengar, Lucky Plaza adalah tempat biasa kumpul para TKI dan hati-hati apabila membeli barang elektronik disini karena kemungkinan besar tertipu. Untuk kenyataannya sih saya kurang tahu karena saya tidak membeli barang elektronik disini...hihihi. Setelah makan kita foto-foto dan masuk ke Mall Paragon untuk lihat outlet-outlet merk terkenal ( sungguh miris...-_-‘). Oya jangan lupa untuk membeli Ice Cream 1 SGD, sebenarnya sih gak pas 1 SGD tergantung jenis Ice Cream nya dan juga pakai roti, cup or cone dengan harga yang bervariasi. Tapi recommended lah secara cuaca mendukung kita untuk membeli ...hahahaha.


Tidak lama kami berada di Orchard Road, karena hari ini kami akan melanjutkan perjalanan ke Malaysia via darat. Balik ke hostel menggunakan MRT line merah menuju Marina Pier lalu transit City Hall untuk pindah line hijau menuju Pasir Ris berhenti di Stasiun Lavender. Tiba dihostel, bersih-bersih sebentar dan refill air kami langsung menuju Halte lagi karena kami akan menggunakan bus menuju Woodlands. Kalau ingin ke Malaysia via jalur darat lebih baik jangan menggunakan MRT (dari Lavender menuju Joo Koon lalu transit di City Hall untuk pindah line merah menuju Jurong East turun di Woodlands) walaupun lebih dekat sesekali gunakan bus juga karena kalian bisa melihat suasana dan kehidupan warga.


Kami menggunakan bus untuk menuju Woodlands tempat berada Woodlands Checkponit yang merupakan imigrasi untuk keluar- masuk Singapore melalui Malaysia via jalur darat. Ada satu yang menarik perhatian, menurut saya perbedaan ekonomi warga terlihat sekali dari tempat tinggal mereka. Ketika menuju Woodlands yang merupakan daerah yang berada di pinggiran negara Singapore ini kami melihat perbedaan rumah-rumah warga mulai dari kawasan rumah besar yang memiliki halaman dan garasi, apartemen besar, apartemen sedang sampai rumah susun yang mencerminkan kehidupan ekonomi mereka setelah itu saat memperhatikan jalan ternyata di Singapore ada 2 jenis plat kendaraan yaitu berwarna merah dan hitam. Berbeda dengan di Indonesia biasanya kalau plat hitam untuk mobil pribadi dan merah untuk mobil instansi. Di Singapore, mobil yang memakai plat hitam bisa digunakan setiap hari dan harganya mahal sedangnkan mobil berplat merat hanya boleh digunakan pada hari sabtu dan minggu, harganya sangat murah tapi apabila mobil plat merah ini keluar pada saat weekday maka akan didenda yang pasti dendanya pasti mahal. Ok kita lanjut lagi setelah deretan rumah itu berlalu kami memasuki kawasan hijau seperti hutan dan sampai lah kami di halte Woodlands. Kami turun dan kami ganti bus dengan  nomor 170 tap kartu lalu duduk, bus ini merupakan bus antar negara yang pemberhentian terakhir di Terminal Larkin, Johor Bahru.


Bus no 170 ini berhenti di Woodlands Checkpoint yang merupakan kantor imigrasi Singapore, kami diwajibkan untuk turun dengan membawa semua barang bawaan (jangan sampai ketinggalan karena mungkin kita tidak menaiki bus yang sama lagi). Lokasi Checkpoint ada dilantai 2 ikuti saja arus orang-orang karena mereka pasti menuju kesana, setelah tiba kami antri di barisan imigrasi yang menangani semua jenis pasport luar negeri. Imigrasi akan sangat ramai apabila di jam-jam sibuk seperti berangkat kantor atau pulang kantor karena banyak sekali warga negara Malaysia yang kerja di Singapore tapi mereka tinggal di Johor Bahru. Alasannya karena biaya hidup yang lebih murah, dan lagi transportasi yang tidak sulit. Selain itu, saat weekend juga sangat ramai karena banyak sekali warga negara Singapura yang pergi ke Malaysia untuk berjudi karena alasannya lagi-lagi biaya judi yang murah atau sekedar untuk membeli bahan makanan atau perlengkapan yang tentunya murah juga. Oya, bagi warga negara Malaysia atau Singapore sebenarnya ada sejenis kartu elektronik yang berfungsi sebagai paspor jadi mereka tinggal tap saja tanpa perlu cap stempel karena pemerintahan Malaysia dan Singapore membuat peraturan khusus untuk warganya sehingga mudah untuk keluar masuk Malaysia atau Singapore.


Kita siapkan pasport dan potongan kartu imigrasi untuk keluar yang sebelumnya kita isi dipesawat dan tara... stempel keluar negara Singapura sudah terstempel cantik dipassport, tapi itu belum selesai kita harus turun untuk menunggu bus no. 170 lagi dan tidak usah menunggu bus kita yang tadi. Kita bisa naik bus no 170 mana saja untuk menuju Terminal Larkin. Setelah naik kita akan melanjutkan perjalanan melewati jembatan penyebrangan antara Singapura dan Malaysia. Selain bus, ada motor dan mobil pribadi yang melaluinya sungguh suasana yang asik untuk diperhatikan. Setelah melalui jembatan penyebrangan tibalah kita di Imigrasi Sultan Iskandar Muda, Johor Bahru. Disini kita mengisi kartu imigrasi lalu serahkan kepada petugas imigrasi beserta passport, saran saya sebaiknya kalian membawa pulpen sendiri karena akan sangat lama kalau harus menunggu yang lain untuk menggunakan pulpen.


Tidak lama menunggu akhirnya stempel negara ke dua menghiasi passport kami, aaaaaa..... unbelieveable but it’s real i’m really really happy (Lebay yaa :p). Setelah itu kami keluar imigrasi, karena lama menunggu bus 170 belum ada kami memutuskan untuk menggunakan bus lain dengan modal bertanya sama supirnya apakah bus ini menuju Terminal Larkin dan beliau meng-iyakan. Karena kami tidak punya pecahan kecil ringgit akhirnya kami belanja minuman, lalu kami naik bus tersebut dengan biaya 3 RM sampai Terminal Larkin. 


Melihat suasana Johor Bahru saat itu seperti melihat Jakarta dengan dihiasi rumah-rumah yang banyak serta ruko dipinggir jalan tapi bedanya disini tidak macet. Hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit kami tiba di Terminal Larkin, Terminal ini tidak jauh berbeda dengan terminal-terminal yang ada di Jakarta. Saat memasuki terminal ini disepanjang jalan banyak calo yang menawarkan tiket, tapi sesuai petunjuk blog yang saya baca, kami langsung menuju loketnya. Banyak sekali alternatif bus, salah satu bus yang recomended adalah Causeway Link yang memiliki armada berwarna kuning dengan tempat duduk yang luas, tapi jangan khawatir bus-bus di Malaysiamemiliki space kursi yang luas sehingga kita nyaman sekali.


Kami sepakat membeli Causeway Link dengan harga 35 RM, lebih murah 5 RM dari yang ditawarkan calo-calo didepan. Setelah beli tiket kami langsung mencari Masjid karena kami belum shalat sedangkan saat itu sudah pukul 4 sore. Oya Terminal Larkin ini ada pasarnya didalam, lanjut kami menemukan masjid di lantai 3. Kami sebenarnya sudah mencari tempat penitipan tas tapi mereka tutup jam 10 malam sedangkan kami akan berangkat menuju KL jam 12 malam. Sehingga kami memutuskan untuk membawa saja tas kami lagi pula tidak banyak kok.


Setelah Sholat Jamak Qashar Takhir, kami beristirahat dulu sambil menunggu maghrib dan isya. Sebenarnya kami ke masjid juga punya tujuan untuk menghabiskan spare time disini berhubung kami bingung mau istirahat dimana. Dan sedihnya, masjid disini sangat ketat peraturannya jadi kita tidak bisa tiduran dan juga ada cctvnya. Beberapa kali kami di tegur oleh securiti wanita karena beliau meilihat kami dari sore sampai saat itu pukul 9 malam dan kami belum pergi juga dan beliau mengatakan bahwa masjid ini tutup jam 10 malam.



Dengan langkah gontai kamipun langsung menuju KFC yang berada dilantai bawah, sebenarnya karena alasan lapar juga sih..hehehe.  Masih 3 jam lagi sebelum keberangkatan dan kamipun tak yakin apakah busnya akan on time. Menikmati suasana malam diterminal yang ramai, ternyata banyak juga yang menunggu bus seperti kami. Jam 01.00 dini hari kami dipanggil menuju bus ternyata bukan bus yang kami pesan, tetapi merk lain...:( penjaga loket beralasan karena busnya akan telat sekali sehingga dia memberikan solusi kita menggunakan bus lain, memang sih busnya tidak mengecewakan. Karena sudah sangat ngantuk akhirnya kita naik juga. Alhamdulillah akhirnya bisa tidur juga....... 

Hooooaaaam -0-





Thin9

Tidak ada komentar: