Akhirnya inilah pertama kalinya
kami menginjakkan kaki di luar negeri walaupun masih satu rumpun dan suasananya
tidak beda jauh dengan Indonesia (karena banyak orang Indonesia...xixixixi).
Kami langsung mencari plang yang menunjukkan arah MRT, keluar dari Terminal 2
kami belok kanan bertemu eskalator turun ke bawah dan tak jauh sudah terlihat
counter dan mesin kartu MRT. Transportasi di Singapore sangat mudah dipahami
karena adanya MRT (Mass Rapid Transportation) dan pembayaran dengan menggunakan kartu
yang bernama EZ Link. Berhubung saya sudah mempunyai EZ Link yang saya pinjam
dari murid kembar saya jadi saya hanya tinggal isi ulang kartu tapi Ita belum memiliki
EZ Link, karena masih pagi counter pembelian kartu belum buka akhirnya kami
sepakatan untuk membeli kartu single trip, caranya kita cari stasiun yang akan
kita tuju lalu akan terlihat harganya dan masukkan uang makan kartu single trip
siap untuk digunakan. Sebenarnya kami sempat ditawari oleh om tante yang berbaik hati menjual kartu EZ
link mereka dengan isi 7 SGD dengan harga 10 SGD tapi kami menolak karena kami
agak curiga dan takut ditipu di negeri orang jadi harus waspada meskipun
sebenarnya mereka memiliki niat baik membantu kami tapi maaf yaa om tante. Oya,
kartu pinjaman dari murid kembarku ternyata pas dicek masih ada saldo 14 SGD,
sesuatu banget ya, karena masih banyak jadinya tidak isi ulang deh. Lumayan
hehehehehe.
Setelah itu kami langsung menuju
gate masuk MRT, cukup dengan tap kartu maka pintu akan terbuka (sama seperti di
halte Trans Jakarta) kartu tetap kita simpan karena setelah sampai ditujuan
kita harus tap kartu lagi. Oya jangan sampai salah tujuan kalau menggunakan
single trip karena apabila kita tap kartu di pemberhentian yang bukan
seharusnya maka pintu gatenya tidak akan terbuka tapi kalau menggunakan EZ Link
atau kartu STP(Singapore Tourism Pass) tidak apa-apa. Tujuan perjalanan pertama
kami adalah Merlion Park dimana kami dapat menikmati icon negara Singapore
yaitu Merlion Statue, Esplanade Theather, Marina Bay dll. Ada dua pemberhentian
yang dekat dengan Merlion Park yaitu stasiun City Hall dan Raffles Place,
karena kami masih newbie kami memilih berhenti di stasiun City Hall (dari
Changi Airport line hijau transit di st. Tanah merah lalu lanjut line hijau
yang menuju Joon Koon lalu berhenti di st. City Hall).
Tempat pemberhentian
stasiun ini adalah Mall City Hall, setelah keluar Stasiun kami buta arah karena
tidak tahu letak dimana Merlion Park, untungnya terlihat sebagian bangunan
Esplanade Theather akhirnya kami jalan menuju kesana, Sebelum sampai kami
melihat sebuah tugu peringatan yang saya lupa namanya, kami berfoto sejenak dan
makan roti yang dibawa dari Indonesia lalu kami melanjutkan perjalanan ke
Esplanade sampai disana kami langsung foto-foto. Esplanade Theather fungsinya
seperti Hall tempat pertunjukkan-pertunjukkan diselenggarakan dan bentuk
gedungnya kalau kita lihat dari atas
seperti mata lalat atau sering disebut juga dengan gedung berbentuk kulit
durian.
Puas berfoto-foto kami
melanjutkan kembali ke icon selanjutnya yaitu Merlion Statue, karena cuaca
sangat panas kami tidak berlama-lama disini. Oya, kami sempat bertemu dengan om
tante dari Indonesia yang sedang honeymoon, cieee romantis euy mereka baru saja
dari Malaysia. Mareka kaget mendengar bahwa kami hanya pergi berdua ke
Singapore dan mereka bilang kami hebat hahahhah....mereka belum baca blog-blog
para backpacker sih, kalau mereka dah baca pasti melihat kita pergi berdua
pasti biasa-biasa saja. Ya iyalah secara waktu saya baca blog-blog para
backpacker banyak juga wanita solo trip ke negara yang tidak biasa. Akhirnya
dengan bantuan om dan tante kami dapat foto berdua deh....Makasih om tante Have
a nice honeymoon yaaa ^,^
Setelah cape foto-foto kita
menuju destinasi yang selanjutnya, sebenarnya saya ingin ke Wave Bridge
jembatan yang kayak gelombang gitu lho, tapi tenyata saya salah nama. Saya
mengira kalau jembatan yang bergelombang itu bernama Caveneigh Bridge ternyata
salah, Jembatan yang saya kunjungi bernama Caveneigh Bridge tapi bukan jembatan
yang bergelombang melainkan jembatan biasa yang berada tepat dibelakang Hotel
Furlleton. Asik menikmati jembatan kami melihat patung kerbau dan juga patung
orang yang merupakan perwakilan warga di Singapore. Seperti yang kita ketahui
bahwa kebanyakan warga Singapore terdiri dari etnis China, India dan Melayu
sama seperti di Malaysia tapi disini lebih banyak etnis Chinanya . Lagi asik
foto-foto dengan patung orang kami disapa oleh seorang wanita paruh baya,
teryata beliau adalah seorang guru yang tinggal di Australia dan saat itu
sedang liburan ke rumah kakaknya yang tinggal di Singapura.
Pembicaraan kami terhenti karena
hujan (yang ingin meneduhkan suasana hihihihi :p), kami pun berpamitan dan langsung mencari tempat berteduh. Hujan tak
kunjung henti kami pun sepakat untuk melanjutkan perjalanan menuju station Raffles Place yang tidak
terlalu jauh dari tempat kita berada. Kami menyusuri pinggiran gedung agar
tidak kehujanan, akhirnya kami sampai dan langsung naik MRT untuk menuju
destinasi berikutnya yaitu Station Bugis (naik line hijau yang menuju Pasir RIS
turun di st.Bugis). Berdasarkan blog yang aku baca, selain
Bugis market ada Masjid Sultan dan Sri Mariaman Temple sehingga kita tertarik
untuk mengunjungi bangunan tersebut sekalian shalat dzuhur disana. Tapi sayang
kami tidak menemukan Masjid Sultan, kami hanya menemukan Sri Mariaman Temple
yang merupakan tempat ibadah ummat budha. Di sekitar kuil tersebut banyak
sekali peramal-peramal yang menjajakan kemampuan mereka meramal nasib. Karena
cuaca yang panas (padahal sempat hujan...ckckck) sehingga kami mampir ke Bugis
Street yaitu pusat PKL yang banyak menjual souvenir seperti kaos, gantugan
kunci, pakaian dll. Habis belanja kita lanjut ke Bugis + sejenis Mall, disini
kita beli ice cream dan ada kentang goreng yang menurutku enak banget karena banyak jenis
saos yang enak, sayangnya lupa nama makanan tersebut :p.
Karena capek dan belum shalat
dzuhur akhirnya kita memutuskan untuk langsung menuju Hostel Backpacker SG yang
tidak jauh dari station Lavender tepatnya di George Avenue Street dekat Stadion.
Cukup berjalan sekitar 150 meter, kami sampai di hostel. Oya, kami punya cerita
lucu yang kalau diingat jadi malu sendiri....hahahha, jadi ceritanya
diperjalanan dari Station Lavender menuju Hostel kami melalui sebuah perempatan
yang memiliki traffic light. Karena ada traffic light otomatis kita tunggu donk
sampai berwarna hijau sampai kami tunggu sekitar 10 menit kok lampunya gak
hijau-hijau ya, sampai ada seorang anak yang menekan tombol di traffic light
baru lampunya berwarna hijau. Ya ampun kami berdua ngakak sepanjang jalan
mengingat betapa bodohnya karena hal seperti itu pun tidak tahu....hahhahaha.
Setelah sampai ternyata hostel
tempat kami menginap berupa sebuah ruko 3 lantai yang lantai pertama ada sebuah
toko dan lantai kedua dan ketiga adalah Hostel kami Backpacker @SG, setelah
check in kami memutuskan untuk rehat sejenak dan shalat jamak qashar dzuhur
ashar. Setelah itu kita lanjut deh, tujuan kita yaitu China Town dan Clarke
Quay. Ada yang aneh pada saat kami berjalan di Clarke Quay pada saat itu sudah
malam, ada banyak setan yang berkeliaran. Eits, jangan salah sangka dulu itu
bukan setan beneran kok, hanya remaja-remaja yg memakai kostum setan karena
malam ini tanggal 31 Oktober atau Hari
Halloween. Setelah foto-foto kita lanjutkan perjalanan ke China Town dan ada
sesuatu yang bikin sakit hati karena harga souvenir disini lebih murah
dibanding di Bugis... Sungguh terlalu T_T.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar