Kamis, November 06, 2014

BACKPACKER SINGAPORE – MALAYSIA DAY 2

Akhirnya inilah pertama kalinya kami menginjakkan kaki di luar negeri walaupun masih satu rumpun dan suasananya tidak beda jauh dengan Indonesia (karena banyak orang Indonesia...xixixixi). Kami langsung mencari plang yang menunjukkan arah MRT, keluar dari Terminal 2 kami belok kanan bertemu eskalator turun ke bawah dan tak jauh sudah terlihat counter dan mesin kartu MRT. Transportasi di Singapore sangat mudah dipahami karena  adanya MRT (Mass Rapid Transportation) dan pembayaran dengan menggunakan kartu yang bernama EZ Link. Berhubung saya sudah mempunyai EZ Link yang saya pinjam dari murid kembar saya jadi saya hanya tinggal isi ulang kartu tapi Ita belum memiliki EZ Link, karena masih pagi counter pembelian kartu belum buka akhirnya kami sepakatan untuk membeli kartu single trip, caranya kita cari stasiun yang akan kita tuju lalu akan terlihat harganya dan masukkan uang makan kartu single trip siap untuk digunakan. Sebenarnya kami sempat ditawari oleh  om tante yang berbaik hati menjual kartu EZ link mereka dengan isi 7 SGD dengan harga 10 SGD tapi kami menolak karena kami agak curiga dan takut ditipu di negeri orang jadi harus waspada meskipun sebenarnya mereka memiliki niat baik membantu kami tapi maaf yaa om tante. Oya, kartu pinjaman dari murid kembarku ternyata pas dicek masih ada saldo 14 SGD, sesuatu banget ya, karena masih banyak jadinya tidak isi ulang deh. Lumayan hehehehehe.


Setelah itu kami langsung menuju gate masuk MRT, cukup dengan tap kartu maka pintu akan terbuka (sama seperti di halte Trans Jakarta) kartu tetap kita simpan karena setelah sampai ditujuan kita harus tap kartu lagi. Oya jangan sampai salah tujuan kalau menggunakan single trip karena apabila kita tap kartu di pemberhentian yang bukan seharusnya maka pintu gatenya tidak akan terbuka tapi kalau menggunakan EZ Link atau kartu STP(Singapore Tourism Pass) tidak apa-apa. Tujuan perjalanan pertama kami adalah Merlion Park dimana kami dapat menikmati icon negara Singapore yaitu Merlion Statue, Esplanade Theather, Marina Bay dll. Ada dua pemberhentian yang dekat dengan Merlion Park yaitu stasiun City Hall dan Raffles Place, karena kami masih newbie kami memilih berhenti di stasiun City Hall (dari Changi Airport line hijau transit di st. Tanah merah lalu lanjut line hijau yang menuju Joon Koon lalu berhenti di st. City Hall).


Tempat pemberhentian stasiun ini adalah Mall City Hall, setelah keluar Stasiun kami buta arah karena tidak tahu letak dimana Merlion Park, untungnya terlihat sebagian bangunan Esplanade Theather akhirnya kami jalan menuju kesana, Sebelum sampai kami melihat sebuah tugu peringatan yang saya lupa namanya, kami berfoto sejenak dan makan roti yang dibawa dari Indonesia lalu kami melanjutkan perjalanan ke Esplanade sampai disana kami langsung foto-foto. Esplanade Theather fungsinya seperti Hall tempat pertunjukkan-pertunjukkan diselenggarakan dan bentuk gedungnya  kalau kita lihat dari atas seperti mata lalat atau sering disebut juga dengan gedung berbentuk kulit durian.


Puas berfoto-foto kami melanjutkan kembali ke icon selanjutnya yaitu Merlion Statue, karena cuaca sangat panas kami tidak berlama-lama disini. Oya, kami sempat bertemu dengan om tante dari Indonesia yang sedang honeymoon, cieee romantis euy mereka baru saja dari Malaysia. Mareka kaget mendengar bahwa kami hanya pergi berdua ke Singapore dan mereka bilang kami hebat hahahhah....mereka belum baca blog-blog para backpacker sih, kalau mereka dah baca pasti melihat kita pergi berdua pasti biasa-biasa saja. Ya iyalah secara waktu saya baca blog-blog para backpacker banyak juga wanita solo trip ke negara yang tidak biasa. Akhirnya dengan bantuan om dan tante kami dapat foto berdua deh....Makasih om tante Have a nice honeymoon yaaa ^,^


Setelah cape foto-foto kita menuju destinasi yang selanjutnya, sebenarnya saya ingin ke Wave Bridge jembatan yang kayak gelombang gitu lho, tapi tenyata saya salah nama. Saya mengira kalau jembatan yang bergelombang itu bernama Caveneigh Bridge ternyata salah, Jembatan yang saya kunjungi  bernama Caveneigh Bridge tapi bukan jembatan yang bergelombang melainkan jembatan biasa yang berada tepat dibelakang Hotel Furlleton. Asik menikmati  jembatan  kami melihat patung kerbau dan juga patung orang yang merupakan perwakilan warga di Singapore. Seperti yang kita ketahui bahwa kebanyakan warga Singapore terdiri dari etnis China, India dan Melayu sama seperti di Malaysia tapi disini lebih banyak etnis Chinanya . Lagi asik foto-foto dengan patung orang kami disapa oleh seorang wanita paruh baya, teryata beliau adalah seorang guru yang tinggal di Australia dan saat itu sedang liburan ke rumah kakaknya yang tinggal di Singapura.


Pembicaraan kami terhenti karena hujan (yang ingin meneduhkan suasana hihihihi :p), kami pun berpamitan dan langsung mencari tempat berteduh. Hujan tak kunjung henti kami pun sepakat untuk melanjutkan perjalanan  menuju station Raffles Place yang tidak terlalu jauh dari tempat kita berada. Kami menyusuri pinggiran gedung agar tidak kehujanan, akhirnya kami sampai dan langsung naik MRT untuk menuju destinasi berikutnya yaitu Station Bugis (naik line hijau yang menuju Pasir RIS turun di st.Bugis). Berdasarkan blog yang aku baca, selain Bugis market ada Masjid Sultan dan Sri Mariaman Temple sehingga kita tertarik untuk mengunjungi bangunan tersebut sekalian shalat dzuhur disana. Tapi sayang kami tidak menemukan Masjid Sultan, kami hanya menemukan Sri Mariaman Temple yang merupakan tempat ibadah ummat budha. Di sekitar kuil tersebut banyak sekali peramal-peramal yang menjajakan kemampuan mereka meramal nasib. Karena cuaca yang panas (padahal sempat hujan...ckckck) sehingga kami mampir ke Bugis Street yaitu pusat PKL yang banyak menjual souvenir seperti kaos, gantugan kunci, pakaian dll. Habis belanja kita lanjut ke Bugis + sejenis Mall, disini kita beli ice cream dan ada kentang goreng  yang menurutku enak banget karena banyak jenis saos yang enak, sayangnya lupa nama makanan tersebut :p.


Karena capek dan belum shalat dzuhur akhirnya kita memutuskan untuk langsung menuju Hostel Backpacker SG yang tidak jauh dari station Lavender tepatnya di George Avenue Street dekat Stadion. Cukup berjalan sekitar 150 meter, kami sampai di hostel. Oya, kami punya cerita lucu yang kalau diingat jadi malu sendiri....hahahha, jadi ceritanya diperjalanan dari Station Lavender menuju Hostel kami melalui sebuah perempatan yang memiliki traffic light. Karena ada traffic light otomatis kita tunggu donk sampai berwarna hijau sampai kami tunggu sekitar 10 menit kok lampunya gak hijau-hijau ya, sampai ada seorang anak yang menekan tombol di traffic light baru lampunya berwarna hijau. Ya ampun kami berdua ngakak sepanjang jalan mengingat betapa bodohnya karena hal seperti itu pun tidak tahu....hahhahaha.


Setelah sampai ternyata hostel tempat kami menginap berupa sebuah ruko 3 lantai yang lantai pertama ada sebuah toko dan lantai kedua dan ketiga adalah Hostel kami Backpacker @SG, setelah check in kami memutuskan untuk rehat sejenak dan shalat jamak qashar dzuhur ashar. Setelah itu kita lanjut deh, tujuan kita yaitu China Town dan Clarke Quay. Ada yang aneh pada saat kami berjalan di Clarke Quay pada saat itu sudah malam, ada banyak setan yang berkeliaran. Eits, jangan salah sangka dulu itu bukan setan beneran kok, hanya remaja-remaja yg memakai kostum setan karena malam ini tanggal 31 Oktober  atau Hari Halloween. Setelah foto-foto kita lanjutkan perjalanan ke China Town dan ada sesuatu yang bikin sakit hati karena harga souvenir disini lebih murah dibanding di Bugis... Sungguh terlalu T_T.


Capek jalan-jalan akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke hostel, sebelumnya kita beli makan malam dulu.


Sri Mariaman Temple - Ita
New Moon (Ramalan)


Ice Cream di Bugis +

Suasana Di Clarke Quay
Suasana di Clarke Quay saat Halloween











Thin9

Tidak ada komentar: