Minggu, Juni 18, 2017

Sekelumit Kisahku - Meninggalkan Subhat dan Haram karena Allah SWT

Assalammualaikum Wr. Wb



Sahabat muslim yang dirahmati Allah SWT, apa kabar ? Semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat. Ditemani oleh cuaca yang cerah sehingga peluh membasahi pipi disambi dengan menjaga warung aku akan menceritakan pengalaman yang sangat berharga bagi kehidupanku. Membuatku bertambah yakin akan kuasa Allah SWT.



Beberapa bulan yang lalu tepatnya awal bulan Juni di kantor tempat aku bekerja mengadakan Family Gathering ke Singapore dan Malaysia. Wah kira-kira siapa yang tidak mau jalan- jalan ke luar negeri plus gratis pula, pasti tidak ada yang menolak. Awalnya aku pun begitu , siapa sih yang tidak mau jalan-jalan gratis pikirku. Tapi berbeda dengan hati kecilku, dengan tegas ia menolak.  Bimbang, itu yang aku rasakan saat itu, membayangkan jalan-jalan keluar negeri dan gratis itu sangat menyenangkan. Tapi ketika aku berfikir kembali akibat yang nanti akan aku terima :’(. Saat ini bukan suatu yang aneh setiap perusahaan membuat project fiktif untuk menghabiskan dana anggaran per tahun sehingga anggaran untuk tahun depan ditambah, kalau anggaran ada yang lebih maka ditahun depan kemungkinan anggaran untuk perusahaan tersebut dikurangi, begitulah kira-kira uraian temanku yang agak tersinggung mendengar alasanku menolak untuk ikut Gathering karena uang yang digunakan tidak jelas.



Setiap orang punya pilihan, dan aku pun memutuskan untuk tidak ikut. Setelah banyak menimbang antara keinginan dan hati kecil, keyakinaku untuk menolak ikut acara gathering kantor diperkuat dari saran teman sekantorku tapi kita beda divisi. Beliau malah menolak acara ganthering di divisinya ke Beijing, China karena ketidakjelasan anggaran yang digunakan sehingga  tidak siap diminta pertanggung jawaban oleh Allah SWT kelak diakhirat. Yapp, selain kita harus bertanggung jawab diakhirat kita pun harus bertanggung jawab di dunia.



Kok bisa?? Seperti apa yang pernah aku dengar ceramah dari Ustad YM di Youtube tentang Matematika Islam bahwa hitungan Allah SWT berbeda dengan hitungan Manusia ( Dunia – red). Sebagai contoh pada saat kita sedekah secara hitungan mtk dunia uang kita berkurang tapi berbeda dengan hitungan Allah SWT, Dia akan menambah rezeki kita lebih dari apa yang kita sedekahkan. Begitu pula sebaliknya apabila kita mendapatkan uang dengan cara tidak halal atau mendapatkan sesuatu yang sudah kita ketahui haram dari segi cara, secara hitungan dunia kita merasa uang kita bertambah atau kita mendapatkan keuntungan tapi sebenarnya Allah SWT sedang mengurangi nikmat-nikmat kita (rezeki – red) dimasa yang akan datang. Plus kita harus menanggung dosa dari apa yang telah kita dapatkan dengan cara yang tidak halal sehingga kita jadi rugi dua kali.



Hal tersebutlah yang membuatku memilih tidak ikut, dan aku berkeyakinan bahwa Allah SWT akan menggantikan dengan yang lebih baik lagi. Semua akan tergantikan, tinggal aku menuggu dan bersabar. Sebenarnya ada juga teman yang menyampaikan bahwa ini sudah biasa di kantor sehingga tidak apa-apa. Itulah yang membuatku takut bekerja di kantor, karena sesuatu hal yang sudah jelas salah atau haram atau subhat (yang lebih baik kita tinggalkan)  menjadi sesuatu yang biasa seperti halnya malakukan mark up anggaran.



Akhirnya mereka pergi tanpa aku ikut, jadi aku masih kerja dikantor hahahaha. Dengan kondisi ruangan yang sepi dan I’m Freeeee, karena gak ada kerja juga. Tapi tetap aku masuk karena itu merupakan tanggung jawabku sebagai karyawan. Sekembalinya mereka dari Gathering banyak yang mengeluhkan acara karena semua diluar dugaan dari mulai terlalu lama menunggu, hotel yang tidak sesuai dengan yang disampaikan agent travel, guide yang tidak bertanggung jawab dan masih banyak lagi. Sehingga aku merasa sangat beruntung mengambil keputusan untuk tidak ikut :D.



Inilah inti dari kisahku, ternyata keyakinanku bahwa pada saat kita meninggalkan sesuatu karena Allah SWT maka akan digantikan dengan yang lebih baik tidak harus menunggu lama. Selang dua bulan setelah Family Gathering kantor, orang tua salah seorang muridku menelepon bahwa muridku Intan akan melanjutkan kuliah di Malaysia dan sang mami meminta aku untuk menemani mereka yaitu Mami Intan, Meli (Kakak Intan), Intan, Adik Intan (Manda) mengantar Intan ke Universitanya yaitu Taylors Univ di Subang Jaya, Malaysia. Dan juga mengantar mereka untuk pergi ke Singapore melalui jalur darat. Yeaaay.... Alhamdulillah, semua sesuai janji Allah SWT, perjalanan ke Singapore dan Malaysia gratis dan lebih lama juga yaitu 6 hari dan yang pasti Halalan Thoyibah.
Itulah sahabat muslimah, jangan pernah ragu untuk meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT karena Allah SWT pasti akan mengganti dengan yang lebih baik, itu janji-Nya. Kita sebagai manusia yang merupakan makhluk paling sempurna di dunia ini jangan menutup mata dan telinga dengan hal – hal yang salah yang sudah menjadi kebiasaan. Gunakan akal dan pikiran kita untuk bisa menelaah hal-hal yang dirasa janggal dan carilah informasi. Jadi kita harus peka, karena apa yang kita lakukan di dunia ini semuanya akan diminta pertanggung jawabannya.



Nah itulah sekelumit kisahku : Balasan dari Allah SWT



Dont forget about BELIEVE



Semoga bermanfaat

Walaikumsalam wr wb



Thin9

Tidak ada komentar: