Kamis, Desember 04, 2014

Sekelumit Kisah Ku (1)

H + 1 setelah hari kelahiranku, sungguh anugerah yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata panjang lebar hanya mampu mengucapkan rasa syukur Alhamdulillah. Sungguh nikmat yang berharga yang diberikan oleh Allah SWT atas segala karunianya sampai hari ini. Bersyukur telah lahir sebagai  Athina Afiatni yang dibesarkan di keluarga Suba Usman (Alm) dan Rusikah Basri. Bangga yang tak ternilai harganya mempunyai orang tua yang hebat, mereka selalu memberikan yang terbaik kepadaku dan juga saudara-saudaraku. Selalu mensuppot kami terutama dalah hal pendidikan, selalu memberikan yang terbaik yang mereka miliki.


Lahir sebagai anak ke-5 dari 5 bersaudara adalah merupakan kebahagian yang tak ternilai, walaupun kami termasuk keluarga yang bukan mengungkapkan rasa cinta melalui untaian kata. Kami mungkin terlihat sebagai keluarga yang tidak saling mengasihi satu dengan yang lain. Tapi ungkapan rasa sayang dan kasih kami ungkapan melalui perbuatan. Kami tipikal keluarga yang gengsi atau malu untuk menyampaikan perasaan dengan kata. Sungguh hal yang aneh, tapi itulah kami dengan segala hal yang ada pada diri kami. Membuat kami melakukan perbuatan tanpa perlu diungkapkan dengan kata-kata.


Lahir sebagai seorang Athina, gadis 26 tahun yang biasa-biasa saja. Bukan dari golongan kaya, hanya masyarakat biasa yang tidak memiliki kekuatan politik apapun. Mulai SMA kelas 3, aku ditempa untuk menjadi seseorang yang kuat yang harus siap menerima segala macam ujian ketahanan diri. Berjuang untuk meraih cita-cita yang tinggi, yupp cita-cita yang tinggi. Apapun yang orang katakan aku tak kan ambil pusing. Karena cita-cita yang tinggi itulah aku berusaha sekuat tenaga dan pikiran untuk mencari jalan agar semuanya dapat terwujud. 


Hanya bermodal mimpi, niat, usaha dan doa saja yang dapat aku lakukan untuk mewujudkan cita-citaku. Cita-citaku mungkin terbilang tinggi tapi aku tidak tahu kenapa aku merasa yakin dapat mewujudkan semua itu. Aku harap keyakinanku ini akan menjadi kenyataan, terlebih aku menyakini bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa setiap hambanya. Mungkin tidak saat ini tapi nanti semua itu akan terwujud, dan semua akan indah pada waktunya.


Mengenai mimpi, aku akan menyampaikan mimpi-mimpi yang aku harap terwujud. Yang paling utama adalah aku ingin memberangkatkan orang tua haji, mendirikan sekolah untuk orang yang tidak mampu serta lebih mengutamakan keterampilan agar suatu saat akan berguna bagi mereka, membuka lapangan pekerjaan untuk orang yang tidak mampu, keliling dunia untuk menjadikan sebuah pembelajaran yang berharga dan sebagai bentuk untuk mensyukuri karunia Allah SWT, membuka bisnis dibidang makanan yang memiliki cabang-cabang diluar negeri, melanjutkan profesi sebagai guru yang mengajarkan keseluruh lapisan masyarakat, menjadi seorang penulis buku motovasi, menjadi istri dari seorang pemimpin masa depan yang menerapkan agama sebagai pondasi nomor satu, dan melahirkan serta mendidik calon-calon pemimpin masa depan yang menegakkan panji-panji islam dalam kehidupannya.


Sedikit dari mimpiku yang kutuangkan dalam tulisan ini dan aku harap dapat menjadi sebuah kenyataan. Itu adalah mimpi duniaku, untuk mimpi akhirat aku berharap dapat meninggal dalam keadaan khusnul khotimah dan dapat bertemu dengan Allah SWT serta kekasih-Nya juag berkumpul dengan keluarga tercinta di Jannah-Nya. Amin Ya Rabbal A’lamin.



Tidak ada komentar: