H + 1 setelah hari kelahiranku, sungguh anugerah yang tidak
dapat diungkapkan dengan kata-kata panjang lebar hanya mampu mengucapkan rasa
syukur Alhamdulillah. Sungguh nikmat yang berharga yang diberikan oleh Allah
SWT atas segala karunianya sampai hari ini. Bersyukur telah lahir sebagai Athina Afiatni yang dibesarkan di keluarga
Suba Usman (Alm) dan Rusikah Basri. Bangga yang tak ternilai harganya mempunyai
orang tua yang hebat, mereka selalu memberikan yang terbaik kepadaku dan juga
saudara-saudaraku. Selalu mensuppot kami terutama dalah hal pendidikan, selalu
memberikan yang terbaik yang mereka miliki.
Lahir sebagai anak ke-5 dari 5 bersaudara adalah merupakan
kebahagian yang tak ternilai, walaupun kami termasuk keluarga yang bukan
mengungkapkan rasa cinta melalui untaian kata. Kami mungkin terlihat sebagai
keluarga yang tidak saling mengasihi satu dengan yang lain. Tapi ungkapan rasa
sayang dan kasih kami ungkapan melalui perbuatan. Kami tipikal keluarga yang
gengsi atau malu untuk menyampaikan perasaan dengan kata. Sungguh hal yang
aneh, tapi itulah kami dengan segala hal yang ada pada diri kami. Membuat kami
melakukan perbuatan tanpa perlu diungkapkan dengan kata-kata.
Lahir sebagai seorang Athina, gadis 26 tahun yang
biasa-biasa saja. Bukan dari golongan kaya, hanya masyarakat biasa yang tidak
memiliki kekuatan politik apapun. Mulai SMA kelas 3, aku ditempa untuk menjadi
seseorang yang kuat yang harus siap menerima segala macam ujian ketahanan diri.
Berjuang untuk meraih cita-cita yang tinggi, yupp cita-cita yang tinggi. Apapun
yang orang katakan aku tak kan ambil pusing. Karena cita-cita yang tinggi itulah
aku berusaha sekuat tenaga dan pikiran untuk mencari jalan agar semuanya dapat
terwujud.
Hanya bermodal mimpi, niat, usaha dan doa saja yang dapat
aku lakukan untuk mewujudkan cita-citaku. Cita-citaku mungkin terbilang tinggi
tapi aku tidak tahu kenapa aku merasa yakin dapat mewujudkan semua itu. Aku
harap keyakinanku ini akan menjadi kenyataan, terlebih aku menyakini bahwa
Allah SWT akan mengabulkan doa setiap hambanya. Mungkin tidak saat ini tapi
nanti semua itu akan terwujud, dan semua akan indah pada waktunya.
Mengenai mimpi, aku akan menyampaikan mimpi-mimpi yang aku
harap terwujud. Yang paling utama adalah aku ingin memberangkatkan orang tua
haji, mendirikan sekolah untuk orang yang tidak mampu serta lebih mengutamakan
keterampilan agar suatu saat akan berguna bagi mereka, membuka lapangan
pekerjaan untuk orang yang tidak mampu, keliling dunia untuk menjadikan sebuah
pembelajaran yang berharga dan sebagai bentuk untuk mensyukuri karunia Allah
SWT, membuka bisnis dibidang makanan yang memiliki cabang-cabang diluar negeri,
melanjutkan profesi sebagai guru yang mengajarkan keseluruh lapisan masyarakat,
menjadi seorang penulis buku motovasi, menjadi istri dari seorang pemimpin masa
depan yang menerapkan agama sebagai pondasi nomor satu, dan melahirkan serta
mendidik calon-calon pemimpin masa depan yang menegakkan panji-panji islam
dalam kehidupannya.
Sedikit dari mimpiku yang kutuangkan dalam tulisan ini dan
aku harap dapat menjadi sebuah kenyataan. Itu adalah mimpi duniaku, untuk mimpi
akhirat aku berharap dapat meninggal dalam keadaan khusnul khotimah dan dapat
bertemu dengan Allah SWT serta kekasih-Nya juag berkumpul dengan keluarga
tercinta di Jannah-Nya. Amin Ya Rabbal A’lamin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar